Sirsak (Annona muricata Linn) merupakan kerabat dekat dengan srikaya. Tanaman sirsak berasal dari daerah tropis Amerika, yaitu Peru, Meksiko, dan Argentina. Di tempat asalnya, sirsak merupakan buah penting dan bergengsi. Buah ini merupakan salah satu pohon buah yang pertama kali di introduksi ke dunia lama setelah Colombus menemukan benua Amerika. Kemudian orang-orang Spanyol membawa sirsak ke Filipina, dan terbukti tanaman ini dapat tumbuh di sebagian besar negara tropis, termasuk di Indonesia. Tanaman ini tumbuh naik di seluruh Indonesia, dari dataran rendah hingga ketinggian 1.000 mdpl.
Kata sirsak berasal dari bahasa Belanda “Zuurzak” yang berarti kantung yang asam. Di Malaysia, sirsak disebut durian belanda (Dutch Duricun). Sebutan lain untuk sirsak adalah Corossol/cachiman epincux (Perancis), Srnirrapfei (Jerman), Guanabana/zapote agrio (Spanyol), Thu-rian-rhaek (Thailand), Seetha (Tamil), Gunyctbano (Filipina), Ciguofan lizhi (Cina), Togebanreishi (Jepang), dan Seremania (Fiji). Dalam bahasa Inggris, buah sirsak dikenal dengan istilah Soursop karena rasanya yang manis keasaman. Di Indonesia, tanaman sirsak disebut juga sebagai nangka belanda atau nangka seberang. Tanaman tersebut dapat beradaptasi dan tumbuh baik di semua wilayah. Namun, tanaman sirsak belum diusahakan secara besar-besaran, umumnya ditanam secara terbatas dihalaman atau perkarangan rumah.

Semua bagian tubuh manusia memiliki potensi terserang kanker. Kecuali rambut dan kuku, seperti yang dikatakan dr. Willie Japaries MARS, seorang dokter ahli dalam penyakit kanker yang mendalami dunia pengobatan dengan cara tradisional. Pada pria paru-paru menjadi organ tubuh paling rawan terserang sedangkan pada wanita paling banyak menyerang pada payudara. Berdasarkan Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Pada tahun 2002 jumlah pria yang menderita penyakit kanker jumlah mencapai hingga 137 jiwa.